Berkumpul dan belajar bersama tentunya menyenangkan dibanding belajar sendiri di rumah. Para siswa dan guru bisa saling berinteraksi, dan orang tua dapat saling berbagi ide dan informasi untuk perkembangan putra dan putrinya. Harus diingat bahwa protokol kesehatan masih harus diterapkan dan tentunya berbeda dengan beberapa tahun pelajaran sebelumnya.
Mencegah kerumunan dan mengatur lalu lalang
Sekolah harus mengecek kembali apakah lalu lalang yang sudah ditentukan efektif dalam mengurangi kerumunan? Penting untuk memastikan bahwa jalur berjalan mengurai kerumunan siswa dan penjemput di sekolah. Ada baiknya rambu-rambu atau poster edukasi terbaca jelas agar dapat mengarahkan mereka.
Memiliki informasi kontak dinas terkait
Sekolah harus menunjuk tim yang dapat berdiskusi dengan dinas terkait apabila ditemukan masalah kesehatan di sekolah. Pastikan Anda memiliki informasi narahubung di dinas terkait seperti dinas kesehatan, dinas pendidikan, dan pelayanan masyarakat setempat. Cek secara berkala karena ada kemungkinan nomor mereka sudah berubah.
Tempat mencuci tangan yang mudah dijangkau
Tempat mencuci tangan bukan saja diletakkan di gerbang sekolah, akan tetapi harus tersedia di dalam sekolah. Rancang sedemikian rupa sehingga mudah dijangkau setiap orang dan tersedia sebanyak mungkin untuk mengurangi kerumunan. Mulai dari hal termudah seperti tersedianya hand sanitizer di pintu kelas.
Lakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala
Jumlah siswa dan staf akademik di sekolah tidak sedikit sehingga ada potensi penularan. Pembersihan secara berkala di benda-benda yang sering disentuh tidak cukup, oleh karena itu juga dibutuhkan disinfeksi untuk memastikan bahwa patogen sudah tersingkirkan.
Semoga kegiatan tatap muka dalam belajar terus berjalan ya tanpa halangan seperti kemarin lagi. Tim CleanLiving.id siap membantu untuk melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di sekolah.
