Pencemaran Dalam Ruang Akibat Memasak

Polusi udara identik dengan kondisi luar ruang yang tercemar oleh asap yang dihasilkan kendaraan, pembakaran hutan, atau cerobong asap. Akan tetapi dalam ruang seperti dalam rumah juga memiliki risiko pencemaran udara.

Menurut WHO 2.4 miliar orang memasak di dunia memasak menggunakan kompor sederhana yang panasnya dihasilkan oleh bahan pembakaran yang berpotensi mencemarkan, contohnya batu bara atau kerosene. Walaupin kita telah menggunakan bahan pembakaran yang aman, asap yang dihasilkan panas saat memasak juga memiliki potensi pencemaran udara. Bahkan asap tersebut dapat menempel di meja makan, kursi, atau saklar lampu, yang dapat menumpuk dan memerangkap debu juga. Asap dari memasak tentunya mengandung polutan yang dapat menimbulkan asma atau alergi bagi orang-orang yang sensitif.

Bagaimana meminimalisasi risiko yang dihasilkan oleh asap saat memasak?

Pastikan dapur tempat memasak kita dilengkapi dengan ventilasi, jendela, atau kipas angin agar pertukaran udara dalam ruang dan luar ruang dapat terjadi. Selain itu pastikan juga ventilasi, jendela, dan kipas angin senantiasa membersihkan supaya pertukaran udara tidak mengalami halangan dan tidak memerangkap debu. Menambahkan penyaring udara yang dilengkapi HEPA filter juga sangat dapat membantu. Pastikan filternya diperiksa secara rutin dan diganti jika sudah tampak sangat kotor.

Melakukan pembersihan harian tidaklah cukup karena ada sisi yang tidak terjangkau dan sudah memerangkap debu. Seperti misalnya di belakang dan atas lemari atau di kolong kompor. Menjadwalkan deep cleaning sangat disarankan, karena umumnya jasa pembersih profesional seperti CleanLiving.id telah dilengkapi dengan peralatan yang memadai untuk melakukan pembersihan hingga sudut terdalam. Sebuah peralatan pembersihan dikatakan memadai adalah jika peralatan tersebut memiliki kapasitas yang besar dan tenaga yang kuat sehingga proses pembersihan dapat dilakukan secara optimal.

Tinggalkan komentar