Banyak cara untuk membersihkan rumah kita. Untuk lantai kita dapat menggunakan sapu dan pel, dan untuk furnitur kita bisa menggunakan kemoceng dan kain lap. Namun, apakah cara tersebut benar-benar membersihkan?
Walaupun tampak bersih setelah membersihkan, debu dan kotoran tidak tersingkirkan secara sepenuhnya. Ada kemungkinan debu dan kotoran tersebut hanya berpindah ke tempat lain, seperti ke daerah antara furnitur dan tembok, atau malah berterbangan. Tentunya hal ini tidak baik bagi para penghuni di rumah yang sensitif terhadap debu dan kotoran.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pembersihan biasa menghasilkan debu yang berterbangan lebih banyak 37 kali dibandingkan dengan menghisap menggunakan vacuum cleaner. Selain itu penggunaan vacuum cleaner 78% lebih efektif untuk membersihkan permukaan lantai ketimbang pembersihan menggunakan sapu dan pel.
Akan tetapi apakah semua vacuum cleaner sama? Vacuum cleaner biasa yang tidak dilengkapi HEPA filter tentunya hanya membersihkan permukaan benda saja, berbeda jika menggunakan hydrovacuum. Selain dilengkapi dengan HEPA filter yang dapat menyingkirkan banyak partikel penyebab alergi, hydrovacuum memiliki wadah air yang berfungsi sebagai media penyaringan sehingga lebih efektif menangkap debu, kotoran, hingga tungau. Keunggulan lain dari hydrovacuum tentu saja daya hisapnya yang kuat sehingga mampu menghisap hingga beberapa sentimeter di bawah permukaan. Keunggulan inilah yang menyebabkan hydrovacuum lebih efektif dibandingkan dengan vacuum cleaning biasa.
